Anyelir Merah Tua

ANYELIR MERAH TUA. Mengingat keegoisan cinta dari sebuah gambar di kaki. “Kau tak pernah mengerti. Seperti aku yang tak mau memahami!!”  Itu dulu …

I

Perempuan itu duduk terpekur, di sana, di atas kasur seprei putih baru diganti. Aroma lavender menyerbak dari alas dia duduk. Wangi. Tapi bukan itu yang tengah dia renungi, bukan, bukan laverder. Ah, itu aroma pengusir nyamuk. Ini tentang bunga yang lain. Anyelir …

II

Sudut kota. Minggu. 16 : 33

“Warna merah??” laki-laki itu mengangkat kaleng cat kecil dengan tangan kanan. Sebuah kode warna merah di labelnya. Semerah isi botol softdrink di tangan kiri yang tinggal setengah.

“Merah cerah …” perempuan itu tersenyum, menegaskan.

“Kau tengah mengaguminya? Dia pria beruntung…” kuas kecil itu menggores halus di kaki kiri si perempuan. Membentuk lekukan-lekukan saling terpaut.

“Gambarkan aku untaian anyelir yang eksotik!” perempuan itu tersenyum penuh teka-teki.

“Siapa pria beruntung itu???” laki-laki itu berhenti sejenak, menatap si perempuan yang hemat dengan kata. Dia masih betah tersenyum. Penuh teka-teki.

III

Perempuan itu duduk terpekur, di sana, di atas kasur seprei putih baru diganti. Dagunya bertumpu pada lutut kiri yang tiba-tiba serasa tak kokoh lagi. Diusapnya sebuah gambar di ujung kaki kiri, goresan sore tadi. Anyelir merah. “Ah …” perempuan itu menghela nafas tertahan. Ada sesak tertinggal di ulu hati.

IV

“Kau serius membuatnya??” suara bernada tak percaya di ponsel.

“Tentu …” perempuan itu tersenyum, penuh teka-teki.

“Buat apa?? Itu tak berguna. Kau hanya butuh kata-kata. Padanya …” suara nerocos mengeras di speaker ponsel. Khas perempuan tak sabaran.

“Ini tak semudah berbicara denganmu, Nona …”

“Perempuan aneh …”

“Dan kau lebih aneh karena bersahabat dengan perempuan aneh …” perempuan itu tertawa. Lepas.

“Dia berhak tahu …”

“Aku akan memberitahu .. nanti.”

V

Stasiun pagi. 07 : 05

“Apakah kota ini tak berarti untukmu??” perempuan itu membuang muka ke samping, menatap jauh tanpa fokus, disembunyikannya rasa galau bermain-main sejak tadi.

“Kota ini sangat berarti. Terlebih penghuninya…” laki-laki itu bersandar cuek di pilar hijau tepi ruang tunggu.

“Kau jadi pergi??” perempuan itu memalingkan muka menghadapnya, laki-laki itu. Ada cemas tersirat samar di mukanya yang oval.

“Tak ada yang menahanku di sini …” laki-laki itu menatapnya balik, tersenyum penuh arti.

Perempuan itu diam. Bibirnya dipaksa merapat. Suara bising kereta tiba di jalur 2. Hatinya lebih bising di dalam sana.

“Sssttt … gambar di kakimu indah. Aku suka!” laki-laki itu mengerling nakal. “Daaa..” dia berlalu. Sosoknya menghilang ditelan gerbong. Perempuan itu bergeming di tempatnya. Aku telah kehilangan, batinnya.

Sudut kota. Minggu [dua tahun setelahnya]. 16 : 15

“Merah tua????” laki-laki itu memandangnya penuh tanya, perempuan itu.

“Benar ..” dia tak banyak berubah, dari minggu dua tahun lalu, hemat kata.

“Kau sungguh dalam mencintainya. Pria itu sungguh beruntung. Apakah dia pria yang sama???” laki-laki itu bicara sambil lalu, kuas kecil asyik menari, menggores halus untaian bunga kesayangannya. Anyelir ..

“Dia bukan pria beruntung …” suaranya mendesis lirih. Mengejutkan. Laki-laki itu mengerem laju kuasnya. Menahannya sesaat. Tanpa merubah arah pandang.

Perempuan itu menatap langit. Tersenyum penuh teka-teki.

“Aku telah membuatnya tidak beruntung. Dengan mencintainya. Cinta tanpa kata ..” perempuan itu tertawa kecil. Ada galau menyeruak di sana. Galau bercampur perih.

“Gambarkan aku untaian anyelir yang eksotik!!” perempuan itu tersenyum, penuh teka-teki. Kuas kecil itu kembali menari. Menggores halus untaian bunga kesayangannya. Anyelir … kini telah memerah tua.

foto : [lupasumbernya]

Advertisements

~ by Nuning Silowa on July 27, 2011.

One Response to “Anyelir Merah Tua”

  1. kok aku suka bunga kamboja kuburan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: